Skip to main content

Asmara Berdarah Sang Guru Honorer - Part-1 | CH2

Menjadi seorang guru dulunya cita-citaku, dan sekarang semua itu sudah ku capai, hanya saja belum PNS, sebagai guru honorer dengan penghasilan rendah sayapun mengerjakan apa yang di perintahkan oleh guru maupun kepala sekolah, dengan harapan mereka suatu saat akan membantu saya juga.

Awal cerita pada tahun 2010, saya melamar sekolah di pedalaman Aceh, dimana penduduknya saat itu masih cukup kuno di banding tempat saya tinggal, saya yang baru masuk ke sekolah ini tentu harus meperkenalkan diri kepada para siswa/i yang berada di sekolah tersebut, kebetulan sekolah ini hanya memiliki 3 kelas, jadi untuk mengajar ini tentu tidak begitu sulit.

Di tempat ini, sebagai guru dan juga lulusan perguruan tinggi juga merupakan sesuata yang sangat di hormati, wajar jika tidak  hanya gadis-gadis desa saja yang melirik kita, namun orang tua juga ada yang menjodohkan anaknya dengan saya.

Saya yang saat itu baik di sekolah maupun di kampung sendiri tidak di temukan celahnya, jangankan minum-minuman beralkohol, menghisap ganja, berjudi merokokpun saya tidak lakukan, orang tua yang memiliki anak gadis tentu sangat ingin menjadikan saya menantunya, terlebih di kampung tersebut 99% para lalakinya merokok, labih dari 50% merokok, minum beralkohol dan berjudi.

Sedikit cerita ketika saya kuliah di medan, seorang sepupu jauh datang ke medan untuk kuliah, namun sebelum dia menemukan tempat kos, dia terlebih dahulu nginap di tempat kos saya, tentu saja ibu kosnya tidak mengizinkan tidur sekamar dengan saya, karena dia yang merupakan sepupu jauh saya di kampung, ibu kos memintanya untuk tidak bersama kak yani, entah apa yang ada dalam pikiriannya dia tidak berani tidur dengan orang lain, dan harus tidur dengan saya, dan ibu kospun tetap tidak mengizinkan dan menelpon orang tua sepupu saya tersebut, betapa terkejutnya ibu kos saya mendengar perkataan orang tua sepupu saya tersebut mengizinkan dia satu kamar dengan saya, kata orang tua "Dia anak saya dan saya percaya sama dia, dia bisa jaga adiknya seperti saya menjaga anak saya" ucap orangtuanya.

karena malam sudah semakin larut dan solusi juga belum ditemukan ibuk kos sayapun kepikiran untuk mengumpulkan kami semua di satu kamar yang sama, saya kak yani, ibuk kos serta sepupu saya dan ada satu lagi anak kos perempuan yang juga tidur disitu yang saya lupa namanya, oya tempat kos ini sebenarnya kosnya perempuan, namun karena ibu kos saya yang sebelumnya ada masalah dengan saudaranya maka saya di titipkan dengan ibu kos saya yang sekarang ini.

Tidur di kamar yang sama, para perempuan termasuk sepupu saya tidur dibawah sedangkan saya sendiri yang di atas ranjang, lampung di hidupkan ibuk kos takut tangan saya jalan-jalan kemana-mana katanya hehehe....

Karena bukan tempat tidur biasa dan saya tidak terbiasa tidur dengan cahaya lampur yang terang, mata sayapun tidak bisa tidur, hingga saya memutuskan untuk pindah ke kemar saya kembali, pas sudah pindah ke kamar tak begitu lama, si sepupu saya ini datang juga ke kamar, tidur mepet dengan saya, saya terbangun karena untaian rambutnya masuk ke hidung saya, dan melihat di berada tepat di dekat saya, sebagai lelaki yang normal siapa sih yang tidak bergetar hatinya dan anunya ketika di suguhkan itu, namun saya masih teringat bahwa saya harus menjaga nama baik saya, karena bila itu kotor kita tidak akan dengan mudah untuk membersihkannya.

Godaan malam itu tidak sampai disitu, saat mau mandi pagi ternyata di luluran dulu dari kamar yang sayapun sudah disitu, menggunakan handuk menutupi gunung kembarnya dan celana short untuk bagian hutan larangan, namun sesekali handuk terpaksi dibuka karena lulur harus di oleh secara merata, melihat tubuhkan yang putih dan mulus, saya tak sadar menelang ludah saya, lagi-lagi kesadaran mengatakan kepada saya, silahkan nikmati semua keindahan itu namun jangan merusaknya, karena jika itu kamu lakukan bukannya kamu, bukannya hanya hari ini kamu tidak akan di percaya hingga ajal menjemputmu.

Sampai subuh sampai pagi saya hanya duduk di meja komputer saya, dan tidak berani berbaring di kasur dimana sepupu saya dengan handuk seksinya sedang berbaring juga di situ, setelah jam 6 pagi dia bilang "bang aku aku mandi dulu" ia silahkan kamar mandi ada di sebelah kiri, karena di tempat kos air mandi mengandalkan sumur yang di gali dan di tarik airnya menggunakan mesin pompa air saya tunjukkanlah dimana tombol untuk menghidupkan pompanya, satu menit hidup kemudian lampu kebetulan mati, mau tidak mau dia panggil saya ke kamar mandi, dengan posisi cuma pakek bawahan doang, lalu minta tolong untuk menimba airnya karena dia mau mandi, mau tidak mau lagi-lagi saya harus bantu meskipun sisi lain keras seperti batu.

=== DALAM PENULISAN ===

Comments